Padang, 15 November 2025 – Direktur Utama Lembaga Amil Zakat Nasional (LAZNAS) Darunnajah menghadiri Konferensi Wakaf Internasional 2025 yang digelar selama dua hari, 15-16 November 2025, di Hotel Truntum, Padang. Acara bergengsi ini mengusung tema “Wakaf untuk Pembangunan Berkelanjutan” dan menjadi ajang pertemuan sekitar 1.000 peserta dari berbagai negara, termasuk tokoh nasional dan internasional yang aktif di bidang wakaf, filantropi, dan ekonomi syariah.

Konferensi ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dan berbagai institusi wakaf yang bertujuan memperkuat peran wakaf sebagai instrumen penting dalam pembangunan sosial dan ekonomi umat Islam secara berkelanjutan.

Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, dalam sambutannya menyampaikan bahwa daerahnya memiliki sejarah kuat dalam tradisi wakaf dan pendidikan Islam, dengan banyak masjid, pesantren, dan institusi lain yang berdiri di atas tanah wakaf. Ia berharap konferensi ini menjadi momentum lahirnya inovasi dan kerjasama baru untuk mengoptimalkan potensi wakaf di Indonesia maupun dunia.

Direktur Utama LAZNAS Darunnajah menyatakan komitmennya untuk terus mendukung pengembangan wakaf produktif yang mampu memberdayakan masyarakat secara luas. “Kami melihat wakaf sebagai kekuatan strategis dalam membangun ekonomi umat yang inklusif dan berkelanjutan,” ujarnya saat menghadiri sesi diskusi dan dialog yang berlangsung interaktif selama konferensi.

Acara ini menghadirkan 28 pembicara dari berbagai negara, termasuk Syekh Muhammad Abdurrahman Ad-Duwaini dari Universitas Al-Azhar Kairo Mesir, yang memberikan perspektif global tentang pengelolaan wakaf sesuai tuntunan syariah. Selain itu, para peserta juga menikmati Gala Dinner yang diadakan di Auditorium Gubernuran Padang, dalam suasana penuh kehangatan dan persahabatan antar delegasi.

Konferensi Wakaf Internasional 2025 di Padang tidak hanya menjadi ajang pertukaran ilmu, tetapi juga wujud nyata dukungan lintas sektor untuk meningkatkan kapasitas pengelolaan wakaf secara modern dan produktif. Harapan besar disematkan agar pertemuan ini menjadi tonggak sejarah bagi pengembangan wakaf yang lebih terintegrasi dan berdampak nyata bagi kesejahteraan umat di Indonesia dan dunia Islam.

Dengan kehadiran Direktur Utama LAZNAS Darunnajah, konferensi ini semakin menguatkan sinergi antar lembaga filantropi Islam dalam memajukan ekonomi syariah berbasis wakaf yang berkelanjutan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *