Jakarta, 12 Februari 2026 – Laznas Darunnajah melalui unit Nadzir Wakaf melaksanakan wawancara bersama Badan Wakaf Indonesia (BWI) sebagai bagian dari penguatan tata kelola wakaf, pengembangan program, serta peningkatan kapasitas kelembagaan agar pengelolaan wakaf semakin profesional, akuntabel, dan berdampak luas bagi umat.
Dalam upaya memperkuat pengelolaan wakaf yang amanah dan berkelanjutan, Nadzir Wakaf Laznas Darunnajah mengikuti sesi wawancara bersama Badan Wakaf Indonesia (BWI). Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperdalam pemahaman terkait regulasi, standar tata kelola, serta arah pengembangan wakaf produktif yang sesuai dengan prinsip syariah dan ketentuan yang berlaku.
Pada kesempatan tersebut, tim Nadzir Wakaf Laznas Darunnajah memaparkan profil kelembagaan, ruang lingkup penghimpunan dan pengelolaan aset wakaf, serta strategi pemanfaatan wakaf agar memberi manfaat jangka panjang. BWI turut melakukan pendalaman terkait tata kelola administrasi, pelaporan, transparansi, dan penguatan manajemen risiko, sehingga pengelolaan wakaf dapat berjalan tertib, terukur, dan tepat sasaran.

Sesi wawancara juga membahas peluang sinergi dalam pengembangan wakaf produktif, termasuk penguatan program sosial, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat. Laznas Darunnajah menyampaikan komitmen untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan wakaf melalui perbaikan sistem, peningkatan kapasitas SDM, serta penguatan mekanisme monitoring dan evaluasi agar manfaat wakaf dapat dirasakan lebih luas.
“Jika aku kaya akan kubuat sekolah gratis” -Alm. K.H. Abdul manaf mukhayyar (Pendiri Pondok Pesantren Darunnajah Jakarta)
Semoga sinergi ini menjadi langkah awal yang semakin menguatkan pengelolaan wakaf di Laznas Darunnajah agar lebih profesional, transparan, dan memberi manfaat berkelanjutan bagi umat.